andre villas boas
Manajer Tottenham Hotspurs, Andre Villas-Boas, melontarkan kritikan terhadap kebijakan Chelsea soal gonta-ganti pelatih. AVB menilai bila hal itu membuat skuad London Biru kini sama sekali tak punya karakter karena gaya permain yang berubah-ubah.

Semenjak kepemimpinan klub diambil alih oleh Roman Abramovich pada tahun 2003, Chelsea sudah berganti pelatih sebanyak 9 kali. Villas-Boas yang yang sempat menjadi pelatih Chelsea pun tak sampai semusim melatih. Dikontrak dari Porto pada awal musim 2011/2012, pelatih asal Portugal tersebut didepak tak sampai 9 bulan bekerja.

Kendati demikian, Chelsea tetap bisa memenangi sejumlah gelar juara. Di masa kepelatihan Jose Mourinho, The Blues mengamankan dua titel juara Premier League, dua titel juara Piala Liga, satu trofi Piala FA dan Community Shield. Sedangkan kala dibesut oleh Roberto di Matteo, Frank Lampard cs. mampu meraih juara Liga Champions yang pertama kalinya dalam sejarah.

Dengan seringnya bergonta-ganti pelatih, Villas Boas menyebut Chelsea sama sekali tak memiliki indentitas. Mantan pelatih Porto tersebut menilai gaya permainan Chelsea sama sekali tak menarik.

“Hingga pada akhirnya pergantian pelatih mengantarkan mereka menuju kesuksesan dan terkadang kesuksesan di dunia sepakbola terlepas dari gaya permainan,” ujar Villas-Boas seperti dikutip Soccernet.

“Saya memiliki pandangan yang tak sama. Saya pikir bila anda tak mempunyai gaya permainan dalam sepakbola sangatlah membosankan. Beberapa tim sukses menerapkan gaya permainannya, hingga akhirnya menjadi tolok ukur dalam sepakbola dunia.”

“Yang saya maksud adalah gaya permainan sepakbola yang menarik. Mungkin kebanyakan yang menarik bagi saya berbda dengan sepakbola menarik menurut anda,” lanjut eks pelatih FC Porto itu.

“Lihatlah tim yang sedang dibangun Mauricio Pochettino dengan sangat bagus. Memang awalnya pergantian pelatih dari Nigel (Adkins) ke Mauricio susah diterima, namun nyatanya Southampton terlihat sangat menarik musim ini.

Kamis (9/5) dinihari nanti menjadi yang pertama kailinya bagi AVB pulang ke Stamford Bridge dengan status sebagai lawan.